113 Tahun Kabupaten Solok: Urutan Wabup Pertama Elfi Sahlan Hingga Saat Ini

Pada tanggal 9 April 2026, Kabupaten Solok akan merayakan hari jadinya yang ke-113. Dalam rangka memperingati momen bersejarah ini, mari kita menelusuri perjalanan para Wakil Bupati yang telah berkontribusi dalam kepemimpinan daerah ini. Perjalanan dimulai dengan sosok Elfi Sahlan, yang menjadi Wakil Bupati pertama di Ranah Lima Danau ini.
Elfi Sahlan: Wakil Bupati Pertama
Elfi Sahlan, yang lahir pada 28 Oktober 1948, adalah putra dari Guru Mawii, seorang guru SMP di Salayo, dan berasal dari suku Malayo di nagari Koto Baru. Ia dipilih oleh Gamawan Fauzi untuk mendampingi sebagai Bupati Solok pada periode 2000-2005, yang merupakan periode kedua bagi Gamawan Fauzi sebagai Bupati. Pada saat itu, pemilihan Bupati masih dilakukan oleh anggota DPRD.
Elfi Sahlan merupakan lulusan S2 dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan S3 dari Universiti Sains Malaysia. Sebelum terjun ke dunia politik, ia menjabat sebagai Wakil Rektor di Universitas Bung Hatta. Pengabdiannya di Kabupaten Solok dimulai ketika ia mendampingi Bupati Gamawan Fauzi, membawa perubahan signifikan bagi daerah tersebut.
Pembaruan dalam Pemerintahan
Di bawah kepemimpinan Gamawan Fauzi dan Elfi Sahlan, salah satu landasan pemerintahan yang mereka usung adalah konsep “baliak ka nagari.” Sebagai Wakil Bupati, Elfi Sahlan melantik para wali nagari terpilih, yang menandai awal baru bagi setiap nagari di Kabupaten Solok. Salah satu yang dilantik adalah Firdaus Las sebagai wali nagari Koto Baru, yang menjadi simbol perubahan yang terjadi.
Setelah masa jabatannya berakhir, Elfi Sahlan, yang merupakan seorang apoteker, kembali ke dunia akademis sebagai dosen. Ia dipercaya menjabat sebagai rektor di Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) dan kemudian menjadi rektor pertama di Universitas Perintis (UPERTIS).
Desra Ediwan: Wakil Bupati Kedua
Desra Ediwan Anantanur, lahir di Alahan Panjang pada 16 Desember 1963, adalah tokoh kedua yang menjabat sebagai Wakil Bupati di Kabupaten Solok. Ia mendampingi H. Gusmal Dt. Rajo Lelo sebagai Bupati. Desra, yang merupakan politisi dari Partai Golkar dan alumni FPOK IKIP Jakarta, mengukir sejarah dengan menjabat dua kali sebagai Wakil Bupati dengan Bupati yang berbeda.
Pada akhir masa jabatan pertamanya, Desra Ediwan memutuskan untuk tidak melanjutkan dengan Gusmal dan beralih untuk mendampingi H. Syamsu Rahim, yang pada saat itu menjabat sebagai Walikota Solok dan maju sebagai calon Bupati. Langkah ini membuahkan hasil ketika Desra dan Syamsu memenangkan Pilkada, mengalahkan Gusmal yang saat itu masih menjabat.
Perjalanan Politik yang Berlanjut
Dengan pengalamannya sebagai Wakil Bupati, Desra kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Solok pada periode berikutnya dengan berpasangan dengan Dr. Adli, seorang politisi dari PKS. Namun, sayangnya, perolehan suara mereka tidak cukup untuk membawa Desra ke posisi tertinggi di Kabupaten Solok.
Yulfadri Nurdin: Wakil Bupati Ketiga
Yulfadri Nurdin, yang lahir di Aia Dingin pada 19 Juli 1959, merupakan seorang politisi yang telah lama berkecimpung di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia menjabat sebagai Wakil Bupati Solok dari 17 Februari 2016 hingga 17 Februari 2021, mendampingi H. Gusmal yang terpilih untuk kedua kalinya. Yulfadri dikenal dekat dengan Epyardi Asda, dan sempat digadang-gadang akan menjadi Wakil Bupati untuk periode kedua jika Epyardi maju sebagai Bupati.
Namun, dalam perkembangan politik, Epyardi memilih Jon Firman Pandu, yang saat itu menjabat sebagai ketua DPC Gerindra, sebagai wakilnya. Pada pemilihan tersebut, Yulfadri yang mendampingi Nofi Candra harus menerima kekalahan dan gagal mengikuti jejak para pendahulunya yang berhasil menjabat dua periode sebagai Wakil Bupati dengan Bupati yang berbeda.
Jon Firman Pandu: Wakil Bupati yang Menjadi Bupati
Jon Firman Pandu, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Solok, sebelumnya adalah Wakil Bupati yang mendampingi Epyardi Asda. Dalam pencalonannya, ia diusung oleh Partai PAN dan Partai Gerindra, dan baru saja terpilih sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok sebelum meninggalkan jabatannya untuk maju sebagai Wakil Bupati.
Setelah satu periode menjabat sebagai Wakil Bupati, Jon Firman Pandu berkoalisi dengan PKS untuk maju sebagai Bupati Solok. Dalam Pilkada yang diadakan tahun lalu, pasangan ini berhasil memenangkan pemilihan dan Jon resmi dilantik sebagai Bupati Solok.
H. Candra: Wakil Bupati Terkini
H. Candra, SHI, yang menjabat sebagai Wakil Bupati Solok sejak 20 Februari 2025, lahir di Paninggahan pada 1 Mei 1980. Ia merupakan lulusan pesantren MTI Paninggahan dan selama masa kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang, dikenal aktif dalam berbagai organisasi dan pernah menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Karir politiknya dimulai bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia pernah berkarir sebagai tenaga ahli bagi Wakil Bupati Solok Selatan, tenaga ahli anggota DPD RI, serta sebagai sekretaris pribadi Gubernur Sumatera Barat. Pengalaman tersebut menjadi modal baginya untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Solok mendampingi Jon Firman Pandu.
Kemenangan Koalisi di Pilkada
Koalisi antara Gerindra, PKS, dan PDIP berhasil memenangkan Pilkada yang berlangsung pada tahun 2024. H. Candra dilantik oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025 dan hingga saat ini terus menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi.
Melalui perjalanan panjang ini, kita dapat melihat berbagai dinamika politik yang terjadi di Kabupaten Solok. Dari Elfi Sahlan sebagai Wakil Bupati pertama hingga H. Candra yang saat ini menjabat, setiap pemimpin membawa warna dan kontribusi tersendiri dalam pembangunan daerah ini. Perjalanan ini mencerminkan komitmen dan dedikasi para pemimpin dalam mengembangkan Kabupaten Solok untuk masa depan yang lebih baik.






