Krakatau Steel Jalin Kerja Sama Pasokan Jangka Panjang dengan Kerismas Group untuk Perkuat Rantai Pasok Nasional

Dalam langkah strategis untuk memperkuat sinergi industri baja nasional, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, yang lebih dikenal sebagai Krakatau Steel, telah menjalin perjanjian pasokan jangka panjang dengan PT Kerismas Witikco Makmur dan grup usahanya. Kerjasama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku baja, khususnya Cold Rolled Coil (CRC) dan Hot Rolled Pickled Oil (HRPO), dengan total pasokan mencapai 36.000 ton selama satu tahun ke depan.
Penandatanganan Perjanjian Strategis
Perjanjian ini ditandatangani oleh Hernowo, yang menjabat sebagai Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio di PT Krakatau Steel, dan Lau Beng Sing, Presiden Direktur PT Kerismas Witikco Makmur. Melalui kesepakatan ini, Krakatau Steel berkomitmen untuk menjamin kestabilan pasokan CRC dan HRPO, mendukung kelancaran produksi di seluruh unit usaha Kerismas Group, yang mencakup PT Kerismas Witikco Makmur, PT Tumbakmas Inti Mulia, PT Semarang Makmur, dan PT Poli Contindo Nusa.
Keberlanjutan Strategi Penguatan Industri
Langkah strategis ini merupakan bukti konsistensi Krakatau Steel dalam menjaga keberlangsungan industri baja nasional. Pada Februari 2026, Krakatau Steel juga telah mengumumkan kerjasama serupa dengan PT Fumira, di mana Krakatau Steel berkomitmen untuk memasok kebutuhan CRC dengan volume minimum 3.500 Metric Ton (MT) per bulan selama tahun 2026. Rangkaian kerjasama jangka panjang ini semakin menegaskan posisi Krakatau Steel sebagai penopang utama kebutuhan bahan baku bagi industri manufaktur nasional.
Menjamin Stabilitas Pasokan untuk Performa Terbaik Mitra
Keberhasilan perjanjian LTSA ini didukung oleh dukungan modal kerja dari Danantara. Alokasi khusus ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan, yang merupakan pondasi utama bagi Krakatau Steel dalam memproduksi produk baja bernilai tambah tinggi.
Hernowo menjelaskan, “Dukungan modal kerja dari Danantara menjadi kunci dalam menjaga kestabilan rantai pasok bahan baku kami. Dengan ketersediaan material hulu yang terjamin, Krakatau Steel dapat memberikan kepastian pasokan kepada mitra kami yang setia.”
Ia juga menambahkan bahwa stabilitas pasokan ini akan berdampak positif terhadap performa mitra di pasar. “Dengan produk CRC dan HRPO berkualitas tinggi yang kami tawarkan, kami optimis bahwa Kerismas Group dapat meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing produk, baik di pasar domestik maupun internasional,” tutup Hernowo.
Implementasi Asta Cita dan Percepatan Hilirisasi Nasional
Penguatan ketersediaan bahan baku ini juga sejalan dengan implementasi pilar Asta Cita pemerintah, yang fokus pada percepatan hilirisasi industri domestik. Dengan memastikan bahwa bahan baku baja tersedia di dalam negeri, Krakatau Steel berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem industri yang mandiri dan memiliki daya saing tinggi.
Hernowo menambahkan, “Kami menyelaraskan operasional perusahaan dengan visi Asta Cita untuk memperkuat kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi. Dengan jaminan pasokan bahan baku yang didukung Danantara, kami memastikan bahwa nilai tambah ekonomi sepenuhnya dinikmati oleh industri dan tenaga kerja nasional.”
Komitmen Kemitraan Jangka Panjang
Lau Beng Sing juga menyambut baik kolaborasi ini sebagai landasan utama untuk stabilitas operasional grupnya. “Kami sangat menghargai dukungan berkelanjutan dari Krakatau Steel. Jaminan pasokan bahan baku ini sangat penting bagi kelangsungan produksi di grup kami, sehingga kami dapat fokus pada pengembangan pasar dan peningkatan kualitas produk akhir untuk konsumen,” ungkapnya.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya penguatan struktur industri baja nasional serta program substitusi impor, di mana penggunaan produk baja lokal menjadi prioritas bagi pelaku manufaktur di Indonesia.
Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus bersinergi dalam menghadapi tantangan industri baja global dan berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.



