Polda Banten Persiapkan 3.972 Personel dan Pos Pengamanan Lebaran 2026: Strategi Pengamanan Mudik Terpadu

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026, Polda Banten telah siap menyiapkan strategi pengamanan mudik Lebaran 2026 yang terpadu. Sebanyak 3.972 personel gabungan telah disiapkan untuk melaksanakan Operasi Ketupat Maung 2026, sebuah operasi kemanusiaan yang berfokus pada pelayanan dan pengamanan masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.
Operasi Ketupat Maung 2026: Upaya Polda Banten dalam Pengamanan Mudik Lebaran
Operasi Ketupat Maung 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai dari 13 hingga 25 Maret 2026. Personel yang terlibat dalam operasi ini berasal dari berbagai instansi, seperti Polda Banten, BKO Mabes Polri, dan instansi lainnya. Tujuan utama operasi ini adalah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.
Sebagai langkah awal, apel gelar pasukan telah dilaksanakan. Acara ini bertujuan untuk melakukan pengecekan akhir kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat sinergitas antara Polri, TNI, dan stakeholder terkait dalam menjaga keamanan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Personel dan Strategi Pengamanan
Dalam Operasi Ketupat Maung 2026 ini, Polda Banten mengerahkan 3.972 personel gabungan. Mereka bertugas di berbagai titik strategis di wilayah hukum Polda Banten untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Personel gabungan ini terdiri dari 2.178 personel Polda Banten, 73 personel BKO Mabes Polri, dan 1.721 personel dari instansi terkait lainnya.
Selain personel, Polda Banten juga telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk 6 Pos Terpadu, 39 Pos Pengamanan, 10 Pos Pelayanan, dan 2 Pos SAR. Semua ini didukung oleh pos kesehatan dan fasilitas ibadah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.
Peran Pemerintah Provinsi Banten dalam Operasi Ketupat Maung 2026
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini adalah bentuk kesiapsiagaan, komitmen, dan sinergi seluruh unsur pengamanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Provinsi Banten turut mendukung operasi ini dengan menyiapkan personel dari berbagai instansi, termasuk 221 petugas kesehatan, 186 petugas Dinas Perhubungan, dan 180 petugas Satpol PP. Semua ini didukung oleh sarana dan prasarana, termasuk posko pemantauan dan 13 posko pengatur lalu lintas.
Gubernur berharap bahwa sinergitas seluruh pihak dapat membuat pelaksanaan pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri berjalan aman, tertib dan lancar. Sehingga, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan nyaman dan aman.
Rencana pengamanan mudik Lebaran 2026 oleh Polda Banten dan Pemerintah Provinsi Banten ini menunjukkan komitmen serius dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya operasi ini, masyarakat dapat mudik dan merayakan Lebaran dengan aman, tertib, dan lancar.