
Kabupaten Blora, dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya, berusaha keras untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dr. H. Arief Rohman, Bupati Blora, mengungkapkan hal ini saat memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD) tahun 2027.
Optimasi Potensi Lokal Kabupaten Blora
Blora, yang memiliki kekayaan potensi di bidang pertanian, peternakan, kehutanan dan UMKM, berfokus pada peningkatan produktivitas daerah dan pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif tahun 2027. Strategi ini didasarkan pada gagasan bahwa memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi lokal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Bupati Arief Rohman, atau lebih akrab dikenal sebagai Mas Arief, menekankan pentingnya Musrenbang sebagai forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Tujuannya adalah untuk merumuskan program yang secara efektif dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan Rencana
Penyusunan RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027 melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, dunia usaha, akademisi dan komunitas. Proses ini dirancang untuk menjadi partisipatif dan inklusif, memastikan bahwa suara dan kebutuhan semua sektor masyarakat dihargai dan diperhitungkan.
Antonius Nugrahanto, Sekretaris Bapperida Blora, melaporkan bahwa perencanaan pembangunan daerah tahun 2027 telah menghasilkan ribuan usulan prioritas dari berbagai forum perencanaan. Ini mencakup Musrenbang desa dan kelurahan, Musrenbang RKPD tingkat kecamatan, Musrenbang Gen-Z, kelompok perempuan dan rentan, pra-Musrenbang tematik stunting, dan pra-Musrenbang RKPD kabupaten.
Secara total, terdapat 3.961 usulan prioritas yang disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat, lembaga dan desa/kelurahan. DPRD Kabupaten Blora juga berkontribusi dengan menyampaikan 2.218 usulan melalui pokir DPRD.
Pencapaian dan Rencana Pembangunan Infrastruktur
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Arief Rohman melaporkan beberapa pencapaian dalam pembangunan infrastruktur. Melalui program Dalane Sansoyo Alus, Kabupaten Blora telah berhasil melakukan rekonstruksi jalan sepanjang 121,14 kilometer termasuk Inpres Jalan Daerah sepanjang 20,81 kilometer dengan anggaran hampir Rp 430 Milyar.
Blora berupaya keras untuk meningkatkan kualitas jalan di wilayahnya. Saat ini, 69,51 persen jalan di Kabupaten Blora sudah mantap dan Bupati berharap dalam 4 tahun ke depan, dia dan Wakil Bupati dapat menyelesaikan sisanya yang belum mantap.
Pengembangan Sektor Ekonomi dan Pariwisata
Sektor ekonomi dan pariwisata juga menjadi fokus utama dalam pembangunan daerah. Pada triwulan III tahun 2025, nilai investasi di Kabupaten Blora mencapai Rp1,729 triliun, sementara jumlah kunjungan wisatawan mencapai 1,16 juta orang.
Hal ini merupakan bukti bahwa upaya peningkatan dan pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata telah berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal. Program pembangunan ini juga telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Blora menjadi 10,58 persen, dengan 1.882 orang berhasil tergraduasi dari kemiskinan.
Untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah, Bupati Arief Rohman berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, termasuk perwakilan kepala daerah dari wilayah sekitar, anggota DPRD Kabupaten Blora, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, kepala perangkat daerah, camat, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Proses perencanaan dan pelaksanaan strategi pemkab Blora 2027 dimulai dengan Musrenbang desa dan kelurahan, lalu berlanjut dengan forum konsultasi publik rancangan awal RKPD, Musrenbang RKPD tingkat kecamatan, forum perangkat daerah, Musrenbang Gen-Z, kelompok perempuan dan rentan, pra-Musrenbang tematik stunting, dan berakhir dengan pra-Musrenbang RKPD kabupaten. Proses ini dirancang untuk mencerminkan partisipasi aktif dari semua sektor masyarakat dan pemangku kepentingan.